Showing posts with label Debian. Show all posts
Showing posts with label Debian. Show all posts

Instalasi Debian Server di Virtual Box


Debian merupakan salah satu sistem operasi distribusi linux yang sangat populer diguanakan dalam pembelajaran jaringan, sering kali dijadikan mata lomba jaringan komputer tingkat lokal hingga nasional. Saking populernya banyak sekali artikel atau tulisan yang menjelaskan langkah-langkah instalasi hingga konfigurasi, namun hal ini tidak menjadikan halangan saya untuk menulis artikel ini. Berikut adalah cara atau langkaah-langkah melakukan instalasi sistem operasi debian 7.8.0 di virtual box.
1. buat virtual machine baru di virtual box, dengan kapasitas RAM yang disarankan semisal 1024 MB (1GB) dan harddisk 10 GB.






2. Mount master ISO Debian ke virtual box, setelah tampilan awal instalasi muncul pilih instalasi mode text, menurut saya instalasi mode text membantu agar proses tidak terlalu banyak memakan kapasitas RAM virtual machine.
3. Pilih bahasa yang digunakan untuk proses instal, disarankan untuk menggunakan English agar istilah-istilah dalam dunia komputer mudah dipahami.
4. Untuk teritorial tentukan agar di Indonesia, secara default tidak ditampilkan. Untuk mencari opsi indonesia masuk ke Other > Asia > Indonesia


5. Pilih bahasa yang akan digunakan dalam sistem, karena  sistem tidak menyediakan bahasa yang sesuai dengan teritorial yang telah dipilih sebelumnya.

6. Pilih type keyboard yang diguakan, dipasar Indonesia umumnya menggunakan keyboard American English yaitu QWERTY

7. Inputkan IP Address name server / DNS Server yang digunakan dalam jaringan yang tersambung nantinya ke debian, atau pada tahap ini bisa dibiarkan kosong.
8. Inputkan hostname/nama machine debian,  pada tahap ini sifatnya opsional, tetapi tidak boleh menggunakan spasi sebagai pemisah 2 kata atau lebih.
9. Inptukan domain yang berada pada jaringan sekitar machine debian, atau dapat dikosongkan apabila tidak tersedia.
10. Inputkan password user root, user root ini merupakan user dengan level yang paling tinggi di sistem operasi linux.

11. Kemudian inputkan lagi sebagai verifikasi password sebelumnya.
12. Buat akun user biasa yang tidak bertindak sebagai administrator (non-administrator), atau user yang tidak akan digunakan dalam proses konfigurasi debian. Pada tahap ini kamu dapat menginputkan full name.
13. Inputkan username yang dipakai untuk user baru yang sebelumnya dibuat, kalau pada tahap ini kamu hanya dapt menginputkan single name saja (tidak ada pemisah spasi).
14. Inputkan password untuk user non-administrator, lebih simple bisa disamakan dengan password root, tetapi untuk lebih aman kamu bisa bedakan dengan password root tetapi resikonya adalah jika lup password yang diinputkan.
15. Inputkan password yang sama untuk verifikasi.
16. Tentukan zona waktu sesuaikan dengan lokasi kamu,

17. Pilih mode partisi yang akan digunakan, kalau tidak ingin terlalu repot menghitung pembagian partisi dapat maka gunakan mode Guide. Apabila menginginkan pembagian yang tepat sesuai dengan kebutuhan maka gunakan mode manual, pada tulisan ini saya menggunakan mode manual.
18. Pilih harddisk yang akan dipartisi, kemudian konfimasi dengan memilih yes untuk melanjutkan proses partisi. kemudian konfirmasi dengan memilih Yes

19. Pilih ruang kosong/free space harddisk untuk mulai membuat partisi.
20. Mulai dengan membuat partisi baru pilih “create new partition” kemudian tentukan kapasitas, type, lokasi,  dan mount point partisi pertama (disini / artinya sebagai partisi root). Untuk melanjutkan pilih Done setting up the partition.





21. Pilih partisi kedua, partisi kedua akan dijadikan sebagai partisi /home dengan kapasitas 4 GB dan tipe partisi logical, lokasi partisi berada di begining.Pada proses partisi yang perlu diperhatikan adalah mount point dan file system yang digunakan serta kapasitas partisi.


22. kemudian untuk partisi ke 3 akan dibuar sebagai swap partition, ukuran swap adalah minimal 2x dari ukuran RAM machine, karena pada machine ini kapasitas RAM 1 GB maka untuk swap menjadi 2 GB atau lebih. Untuk mengubahnya ke swap adalah enter pada bagian use as, lalu pilih swap area.


23. Setelah ketiga partisi tersusun, kemudian proses formating partisi dan tunggu hingga proses formating dan instalasi sistem selesai.
24. Ditengah-tengah proses instalasi sistem debian akan memunculkan permohonan untuk insert dvd-2 dan dvd-3 untuk dibaca di package manager dan network mirror, pada tahap ini kamu bisa skip dengan memilih no, kmudian tunggu hingga konfigurasi apt selesai.
25. Debian akan menawarkan survey untuk kepentingan developing distribution sistemnya, kamu juga bisa skip dengan memilih no

26. Karena pada machine ini akan digunakan sebagai server cukup install standard system utilitynya saja, untuk menghilangkan atau memberikan tanda pada opsi lain gunakan tombol spasi. Kemudian continue dan tunggu hingga proses instalasi software selesai.
27. Konfirmasi untuk menginstal grub boot loader, gunakan pilihan yes.
28. Apabila instalasi selesai eject file iso debian dari virtual box. Periksa status file iso pada menu perangkat(device) > Drive Optik jika iso debian tidak bertanda check list (seperti gambar dibawah) artinya file iso telah keluar dari virtual machine. Setelah itu continue dan instalasi telah berhasil tuggu hingga system reboot.
29. Coba login dengan menggunakan user non-admin yang dibuat sebelumnya, pastikan tidak lupa dengan username dan password yang telah dikonfigurasikan. Ketika menginputkan password sistem sengaja menyembunyikan karakter yang di inputkan.
30. untuk masuk ke user admin gunakan perintah su, kemudian inputkan passwordnya.
Demikian cara untuk melakukan instalasi sistem operasi debian 7.8.0 pada virtual box, langkah-langkahnya tidak berbeda dengan instalasi langsung, hanya pada tahap persiapan pembuatan virtual machine-nya saja yang berbeda, terimakasih apabila sudah membaca dan memerhatikan dengan seksama tulisan ini, semoga bermanfaat bagi teman-teman semua.